Kamis, 20 Oktober 2022

 TUGAS DEMONSTRASI KONTEKSTUAL - MODUL 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN


Sebagai pemimpin pembelajaran seringkali dihadapkan pada kasus-kasus dilema etika atau bujukan moral. Dilema etika atau benar vs benar merupakan suatu situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun saling bertentangan dalam mengambil keputusan. Sedangkan bujukan moral atau benar vs salah adalah suatu situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itu sebagai pemimpin pembelajaran kita harus bisa mengambil keputusan yang tepat dan dapat memastikan bahwa keputusan yang kita ambil itu merupakan keputusan yang terbaik.

Sebagai pemimpin pembelajaran dalam diklat Pendidikan Guru Penggerak ini selain belajar melalui LMS, saya belajar bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat dengan melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah tentang praktik pengambilan keputusan dan menganalisis hasil wawancara tersebut sebagai bentuk refleksi atas praktik pengambilan keputusan yang dijalankan disekolah.

Dalam tugas demonstrasi kontekstual ini, saya melakukan wawancara kepada dua kepala sekolah yaitu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Ngawi Taruna Indonesia Bapak Agus Supriyono, M.Pd. dan Bapak Budi Satria Putra, S.T. selaku Kepala Sekolah SDIT Harapan Ummat. Adapun hasil wawancara yang saya lakukan adalah sebagai berikut.

Wawancara Dengan Bapak Agus Supriyono, M.Pd.

Selama ini, bagaimana Bapak dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika dan bujukan moral?
Cara mengidentifikasi kasus-kasus adalah dengan melihat kasus perkasus karena setiap kasus mempunyai penanganan yang berbeda, sehingga harus cermat dalam menalaahnya dan harus ada win-win solution dari semua kasus yang ada.
  
Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan keputusan di sekolah Bapak terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sma-sama mengandung nilai kebajikan?
Cara menjalankan keputusan adalah dengan cara mendengarkan penjelasan permasalahan yang ada dari kedua belah pihak dengan mendengarkan alasan-alasan dari pihak-pihak yang terkait dalam permaslahan ini, kemudian mengambil keputusan yang terbaik untuk kasus tersebut.

Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang Bapak lakukan selama ini?
Langkah-langkah dalam menangani kasus yang ada dan mengambil keputusan adalah sebagai berikut.
  • memanggil pihak-pihak yang terkait dalam kasus yang ada
  • Mendengarkan semua alasan dari pihak-pihak yang terkait.
  • Inofrmasi-informasi yang didapat disimpulkan untuk mengambil keputusan yang terbaik
Hal-hal apa saja yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
Yang paling efektif dalam mengambil keputusan pada kasus-kasus dilema etika adalah mengkolaborasikan semua argumen yang diperoleh untuk memilih solusi yang tepat.

Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
Tantangan yang dihadapi dalam pengambilan keputusan adalah bagaimana menghilangkan perasaan sungkan dan tidak enak dengan senior yang ada di sekolah.

Apakah anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Bapak jalankan?
Tidak ada jadwal khusus, tergantung dengan permasalahan atau kasus yang ada. Jika masalahnya penting maka harus segera diselesaikan.

Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
Ada. Faktor yang mempermudah dalam pengambilan keputusan adalah kesanggupan semua pihak terkait untuk berdiskusi dan mengesampingkan ego individu.

Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Bapak petik dari pengalaman Bapak mengambil keputusan dilema etika?
Pelajaran yang didapat adalah semakin banyak kasus semakin banyak pengalaman dalam menangani kasus sehingga dapat menganalisis masalah secara jeli dan cerdas dalam memutuskan masalah atau kasus yang ada.

Wawancara Dengan Bapak Budi Satria Putra, ST.

Selama ini, bagaimana Bapak dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika dan bujukan moral?
Cara mengidentifikasi kasus-kasus adalah dengan mengkroscek kasus yang terjadi, mempelajarinya lebih dahulu dan mencermati kasus yang terjadi tersebut. Setelah itu baru dipilah apakah kasus tersebut merupakan dilema etika atau bujukan moral

Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan keputusan di sekolah Bapak terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sma-sama mengandung nilai kebajikan?
Pengambilan keputusan dalam menghadapi kasus seperti ini adalah menggali informasi dari kedua belah pihak yang berkaitan dengan kasus ini, kemudian berdiskusi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam kasus ini untuk mencari solusi dari kasus yang dihadapi dan keputusan diambil berdasarkan kepentingan bersama dengan memprioritaskan keputusan terbaik berdasrkan nilai-nilai kebajikan yang berlaku di sekolah.

Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang Bapak lakukan selama ini?
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Melihat kasus yang ada secara keseluruhan
  2. Menggali informasi tentang kasus yang terjadi dengan cara kroscek dengan orang-ornag yang terlibat dalam kasus ini
  3. Mengumpulkan orang-orang yang terlibat didalam kasus ini
  4. Mendiskusikan kasus ini dengan pihak yang berkepentingan
  5. Membuat kesepakatan bersama dengan memprioritaskan keputusan yang terbaik sehingga kedua belah pihak yang bertentangan bisa menerima keputusan yang akan diambil
  6. Pemimpin sekolah memutuskan mengambil keputusan yang terbaik berdasarkan nilai-nilai kebajikan di sekolah.
  7. Melaksanakan hasil keputusan sesuai dengan komitemen bersama yang telah disepakati
Hal-hal apa saja yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
Kerjasama dan kolaborasi

Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?
Tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika adalah jika salah satu atau beberapa pihak tidak menyetujui dan jika keputusan yang diambil ditolak mentah-mentah sehingga harus dapat mendamaikan kedua belah pihak yang bertentangan dalam kasus ini

Apakah anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Bapak jalankan?
Tidak ada jadwal khusus, tergantung dari kasus yang ada. Karena setiap kasus tidak sama mulai dari cara dan lama penanganan dari kasus tersebut

Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
Ada, semua pihak yang berkepentingan dalam kasus yang dihadapi, misalkan jika kasus berhubungan dengan siswa maka pihak yang berkepentingan adalah waka kesiswaan

Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Bapak petik dari pengalaman Bapak mengambil keputusan dilema etika? 
Keputusan bersama dapat diambil dari kolaborasi dari berbagai pihak yang berkepentingan sehingga dapat dibuat keputusan terbaik untuk semua pihak


Untuk video wawancara dapat dilihat dilink bawah ini
https://drive.google.com/file/d/1iMYBbqkNIhzl8521ddiuIeIjPBI1OsNl/view?usp=sharing 


Hasil Analisis Wawancara
Dari hasil wawancara dengan dua kepala sekolah di atas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Cara mengidentifikasi permasalahan yang terjadi antara dua kepala sekolah tersebut mempunyai kesamaan yaitu dengan melihat jenis  kasus yang terjadi karena setiap kasus mempunyai cara dan lama penanganan yang berbeda
  2. Pengambilan keputusan dua kepala sekolah  mempunyai kesamaan yaitu pengambilan keputusan dilakukan dengan cara diskusi dengan pihak terkait dan keputusan diambil berdasarkan keputusan terbaik yang memperhatikan nilai-nilai kebajikan yang ada disekolah
  3. Langkah-langkah yang dilakukan dalam mengambil keputusan mempunyai kesamaan yaitu diskusi dan kolaborasi dengan pihak yang terkait dengan kasus yang terjadi dan hal ini dianggap sebagai cara yang paling efektif dalam menangani suatu kasus
  4. Perbedaan pendapat dan perasaan sungkan menjadi tantangan dalam pengambilan keputusan dalam kasus dilema etika
  5. Faktor-faktor yang mempermudah dalam pengambilan keputusan adalah masukan atau pendapat dari pihak-pihak yang berkompeten seperti wakil kepala sekolah, BK dan ortu dengan mengesampingkan ego masing-masing
  6. Pembelajaran yang didapat dalam menyelesaikan kasus dilema etika adalah  dengan kolaborasi dari berbagai pihak dalam menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga dapat mengasah kejelian dan kecerdasan dalam memutuskan suatu keputusan sehingga dapat diambil keputusan terbaik dengan memperhatikan nilai-nilai kebajikan universal, kepentingan murid dan bertanggung jawab
Demikian tugas 3.1.a.6 Demonstrasi Kontekstual  Modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dengan melakukan analisis hasil wawacara dengan kepala sekolah. Dengan wawancara ini saya berharap dapat belajar sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan yang selalu mengedepankan kepentingan murid, nilai-nolai kebajikan universal dan bertanggung jawab.   

1 komentar:

  1. Tulisan dan analisis nya keren, Bund... Kita sebagai guru memang seharusnya perlu belajar juga dari pengalaman-pengalaman dari para kepala sekolah. Dan Alhamdulillah pada modul ini kita dibekali ilmu yang luar biasa sehingga pastinya akan sangat berguna bagi kita jika menghadapi berbagai permasalahan. Terima kasih dan sukses selalu buat Bu Sasmiati 👍👍😉

    BalasHapus

 3.1.a.8.1 BLOG RANGKUMAN KONEKSI ANTAR MATERI -  MODUL 3.1  PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN Assalamua...