Kamis, 08 September 2022

 

LAPORAN HASIL AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

SASMIATI, S.Pd., M.Pd.

SMAN 2 NGAWI

CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN NGAWI

 

 

A.      LATAR BELAKANG

Budaya positif merupakan perwujudan dari keyakinan dan nilai kebajikan yang disepakati bersama dan dilakukan yang akan menjadi kebiasaan-kebiasaan bersama dalam jangka waktu lama. Salah satu budaya positif yang dapat dikembangkan dan diterapkan adalah keyakinan kelas. Keyakinan kelas merupakan aturan kelas yang telah disepakati oleh seluruh warga kelas dan telah dijelaskan apa dampak yang akan diterima jika kesepakatan-kesepakatan tersebut dilanggar. Keyakinan kelas tersebut merupakan proses untuk menciptakan disiplin postitif murid sehingga murid dengan kesadaran penuh akan melaksanakan keaykinan kelas tersebut dengan penuh tanggung jawab (motivasi instrinsik). Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi budaya positif dengan membuat kesepakatan kelas ke rekan sejawat. Jika semua siswa terbiasa melaksanakan budaya positif di kelas maka akan berimbas dengan terbentuknya budaya positif di sekolah.

B.       TUJUAN

Tujuan dari aksi nyata yang dilakukan oleh Calon Guru Penggerak adalah :

1.  Menumbuhkan budaya positif di kelas sehingga dapat menumbuhkan karakter baik pada murid seperti disiplin, tanggung jawab, mandiri dan lain sebagainya.

2. Memberikan pengalaman kepada siswa dan guru dalam membentuk keyakinan kelas secara demokratis.

3.    Membiasakan penerapan keyakinan kelas sehingga dapat menumbuhkan disiplin diri pada murid.

4.    Mensosialisasikan pembentukan keyakinan kelas ke rekan sejawat sehingga terbentuk budaya positif di sekolah.

C.      TOLAK UKUR KEBERHASILAN

Tolak ukur kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini dilakukan dan mengontrol kegiatan aksi nyata agar terarah dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Adapun tolak ukur dari aksi nyata ini adalah sebagai berikut.

1.    Terbentuknya keyakinan kelas melalui kegiatan kesepakatan kelas yang dilakukan secara demokratis.

2.    Guru dan murid menjalankan kesepakatan kelas yang telah dibuat secara konsisten.

3.    Keaktifan murid dalam proses pembelajaran.

4.    Tumbuhnya karakter baik dalam diri murid.

5.    Rekan sejawat melakukan kesepakatan kelas sehingga akan tumbuh budaya kelas yang akan menjadi budaya positif sekolah

D.      LINIMASA TINDAKAN

Adapun langkah-langkah aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut.

1.    Menyusun rencana kegiatan.

2.    Mengkomunikasikan rencana kegiatan dengan Kepala Sekolah.

3.    Sosialisasi pembentukan keyakinan kelas dengan membentuk kesepakatan kelas.

4.    Rekan sejawat menyusun kesepakatan kelas dengan murid.

5.    Melaksanakan kesepakatan kelas yang telah dibuat dalam kegiatan sehari-hari.

6.    Mendokumentasikan kegiatan yang dilaksanakan

7.    Melakukan evaluasi dan refleksi kegiatan.

E.       DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Untuk mewujudkan rancangan aksi nyata, maka dibutuhkan dukungan dari :

1.    Kepala Sekolah.

2.    Rekan sejawat.

3.    Orang tua

4.    Murid.

5.    Sarana dan Prasarana

6.    Komitmen bersama dalam melaksanakan kesepakatan kelas.

F.       DESKRIPSI AKSI NYATA

Aksi nyata yang saya lakukan adalah mengadakan sosialisasi budaya positif kepada rekan sejawat, terlebih dahulu saya mengkomunikasikan rencana kegiatan itu kepada Bapak Kepala Sekolah sehubungan dengan kegiatan yang melibatkan murid dan rekan sejawat. Salah satu budaya positif yang saya imbaskan ke rekan sejawat adalah keyakinan kelas yang disepakati secara bersama antara guru dan murid di kelas. Dengan sosialisasi ini diharapkan rekan sejawat dapat mempraktekkan hasil sosialisasi dengan membuat keyakinan kelas di kelasnya masing-masing.

G.      HASIL AKSI NYATA

Hasil dari kegiatan aksi nyata yang dilakukan oleh calon Guru Penggerak adalah sebagai berikut.

1.   Rekan sejawat antusias dalam membuat keyakinan kelas yang berpihak pada murid.

2.  Pelaksanaan keyakinan kelas menumbuhkan karakter baik murid, murid menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.

3. Pembentukan keyakinan kelas membuat murid menjadi lebih percaya diri karena merasa menjadi bagian dalam pengambilan keputusan.

4. Keyakinan kelas membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan siswa aktif dalam pembelajaran.

H.      DOKUMENTASI KEGIATAN AKSI NYATA

1.    Mengkomunikasikan rencana kegiatan ke Bapak Kepala Sekolah


2. Mengundang rekan sejawat untuk mengikuti kegiatan sosialisasi yang saya lakukan.




3. Pembentukan keyakinan kelas adalah sebagai berikut :
  • Keyakinan kelas bersifat abstrak daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.
  • Keyakinan kelas berupa pertanyaan-pertanyaan universal
  • Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.
  • Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami oleh semua warga kelas.
  • Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut.
  • Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembentukan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat.
  • Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu

4. Adapun prosedur pembentukan keyakinan kelas adalah sebagai berikut:
  • Guru mengkondisikan kelas, dimana setiap murid dapat mengemukakan ide, gagasan, impian mereka tentang kelas impian mereka.
  • Guru memberikan kertas untuk diisi murid tentang kondisi kelas impian mereka.
  • Guru meminta murid untuk menempelkan kertas impian mereka dipapan tulis.
  • Guru dan murid membahas impian-impian dari setiap murid untuk mencari kesamaan dari tulisan murid.
  • Guru memandu murid untuk membuat kesepakatan ersama tentang hal-hal yang dianggap penting.
  • Gurudan murid membacakan hasil kesepakatan kelas yang telah disetujui.

5. Dokumentasi kegiatan praktik pembuatan keyakinan kelas oleh rekan sejawat.










I. VIDEO KEGIATAN AKSI NYATA

















 



 3.1.a.8.1 BLOG RANGKUMAN KONEKSI ANTAR MATERI -  MODUL 3.1  PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN Assalamua...