LAPORAN HASIL AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF
SASMIATI, S.Pd., M.Pd.
SMAN 2 NGAWI
CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN NGAWI
A.
LATAR
BELAKANG
Budaya positif
merupakan perwujudan dari keyakinan dan nilai kebajikan yang disepakati bersama
dan dilakukan yang akan menjadi kebiasaan-kebiasaan bersama dalam jangka waktu
lama. Salah satu budaya positif yang dapat dikembangkan dan diterapkan adalah
keyakinan kelas. Keyakinan kelas merupakan aturan kelas yang telah disepakati
oleh seluruh warga kelas dan telah dijelaskan apa dampak yang akan diterima
jika kesepakatan-kesepakatan tersebut dilanggar. Keyakinan kelas tersebut
merupakan proses untuk menciptakan disiplin postitif murid sehingga murid
dengan kesadaran penuh akan melaksanakan keaykinan kelas tersebut dengan penuh
tanggung jawab (motivasi instrinsik). Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi
budaya positif dengan membuat kesepakatan kelas ke rekan sejawat. Jika semua
siswa terbiasa melaksanakan budaya positif di kelas maka akan berimbas dengan
terbentuknya budaya positif di sekolah.
B.
TUJUAN
Tujuan dari aksi nyata
yang dilakukan oleh Calon Guru Penggerak adalah :
1. Menumbuhkan
budaya positif di kelas sehingga dapat menumbuhkan karakter baik pada murid
seperti disiplin, tanggung jawab, mandiri dan lain sebagainya.
2. Memberikan
pengalaman kepada siswa dan guru dalam membentuk keyakinan kelas secara
demokratis.
3. Membiasakan
penerapan keyakinan kelas sehingga dapat menumbuhkan disiplin diri pada murid.
4. Mensosialisasikan
pembentukan keyakinan kelas ke rekan sejawat sehingga terbentuk budaya positif
di sekolah.
C.
TOLAK
UKUR KEBERHASILAN
Tolak ukur kegiatan ini
dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini dilakukan dan mengontrol
kegiatan aksi nyata agar terarah dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Adapun tolak ukur dari aksi nyata ini adalah sebagai berikut.
1. Terbentuknya
keyakinan kelas melalui kegiatan kesepakatan kelas yang dilakukan secara
demokratis.
2. Guru
dan murid menjalankan kesepakatan kelas yang telah dibuat secara konsisten.
3. Keaktifan
murid dalam proses pembelajaran.
4. Tumbuhnya
karakter baik dalam diri murid.
5. Rekan
sejawat melakukan kesepakatan kelas sehingga akan tumbuh budaya kelas yang akan
menjadi budaya positif sekolah
D.
LINIMASA
TINDAKAN
Adapun langkah-langkah
aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Menyusun
rencana kegiatan.
2. Mengkomunikasikan
rencana kegiatan dengan Kepala Sekolah.
3. Sosialisasi
pembentukan keyakinan kelas dengan membentuk kesepakatan kelas.
4. Rekan
sejawat menyusun kesepakatan kelas dengan murid.
5. Melaksanakan
kesepakatan kelas yang telah dibuat dalam kegiatan sehari-hari.
6. Mendokumentasikan
kegiatan yang dilaksanakan
7. Melakukan
evaluasi dan refleksi kegiatan.
E.
DUKUNGAN
YANG DIBUTUHKAN
Untuk mewujudkan
rancangan aksi nyata, maka dibutuhkan dukungan dari :
1. Kepala
Sekolah.
2. Rekan
sejawat.
3. Orang
tua
4. Murid.
5. Sarana
dan Prasarana
6. Komitmen
bersama dalam melaksanakan kesepakatan kelas.
F.
DESKRIPSI
AKSI NYATA
Aksi nyata yang saya
lakukan adalah mengadakan sosialisasi budaya positif kepada rekan sejawat,
terlebih dahulu saya mengkomunikasikan rencana kegiatan itu kepada Bapak Kepala
Sekolah sehubungan dengan kegiatan yang melibatkan murid dan rekan sejawat.
Salah satu budaya positif yang saya imbaskan ke rekan sejawat adalah keyakinan
kelas yang disepakati secara bersama antara guru dan murid di kelas. Dengan
sosialisasi ini diharapkan rekan sejawat dapat mempraktekkan hasil sosialisasi
dengan membuat keyakinan kelas di kelasnya masing-masing.
G.
HASIL
AKSI NYATA
Hasil dari kegiatan
aksi nyata yang dilakukan oleh calon Guru Penggerak adalah sebagai berikut.
1. Rekan
sejawat antusias dalam membuat keyakinan kelas yang berpihak pada murid.
2. Pelaksanaan
keyakinan kelas menumbuhkan karakter baik murid, murid menjadi lebih disiplin
dan bertanggung jawab.
3. Pembentukan
keyakinan kelas membuat murid menjadi lebih percaya diri karena merasa menjadi
bagian dalam pengambilan keputusan.
4. Keyakinan
kelas membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan siswa aktif dalam
pembelajaran.
H.
DOKUMENTASI
KEGIATAN AKSI NYATA
1. Mengkomunikasikan
rencana kegiatan ke Bapak Kepala Sekolah
- Keyakinan kelas bersifat abstrak daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.
- Keyakinan kelas berupa pertanyaan-pertanyaan universal
- Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.
- Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami oleh semua warga kelas.
- Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut.
- Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembentukan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat.
- Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu
- Guru mengkondisikan kelas, dimana setiap murid dapat mengemukakan ide, gagasan, impian mereka tentang kelas impian mereka.
- Guru memberikan kertas untuk diisi murid tentang kondisi kelas impian mereka.
- Guru meminta murid untuk menempelkan kertas impian mereka dipapan tulis.
- Guru dan murid membahas impian-impian dari setiap murid untuk mencari kesamaan dari tulisan murid.
- Guru memandu murid untuk membuat kesepakatan ersama tentang hal-hal yang dianggap penting.
- Gurudan murid membacakan hasil kesepakatan kelas yang telah disetujui.
.jpeg)






